Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-09 09:58:58【Resep】569 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(33856)
Artikel Terkait
- Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah
- Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO
- Joyland Sessions digelar November, ada L'Impératrice hingga TV Girl
- Ahli Ekologi Hewan: NTB jadi daerah penting bagi migrasi burung dunia
- Bupati Bekasi instruksikan percepatan penanganan banjir
- BPOM respon sirop obat dari India diduga ber
- BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG
- Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO
- Cukup tidur membantu anak terhindar dari influenza saat cuaca ekstrem
- Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO
Resep Populer
Rekomendasi

Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot

Menteri PU tinjau pembangunan floodway atasi banjir di Medan

Khawatir ada sabotase, MPSI minta aparat telusuri jaringan dapur MBG

Petugas PPSU bersihkan sisa puing kebakaran rumah di Utan Kayu Selatan

SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar

Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?

Kemnaker mulai buka pendaftaran peserta Magang Nasional Batch 2

KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat